REDAKSI MEDIA CONTREND SELAYAR DAN ADMIN BLOG MEDIA SELAYAR MEMINTA MAAF ATAS TIDAK LANCARNYA UP-DATE INFORMASI AKIBAT GANGGUAN JARINGAN IT YANG DIGUNAKAN KIRIMKAN TERUS INFORMASI, KEJADIAN DAN PERISTIWA YANG TERJADI DISEKITAR ANDA MELALUI LAYANAN SMS ELSHINTA 081 180 6543 KIRIMKAN INFORMASI LIPUTAN ANDA KE LAYANAN SMS MEDIA SELAYAR 081241927000

TOP THIS BLOG

Media Selayar. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Media Selayar

Medianya Orang Selayar

Artikel Tentang Anggota DPR RI Di Elshinta

Penulis Media Selayar on Rabu, 05 Oktober 2011 | 02.04.00


Ketua DPR :
Wajar, Kepercayaan Masyarakat Menurun pada DPR


Dewi Rahmawati - Jakarta, Ketua DPR RI, Marzuki Alie menilai wajar hasil survey dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan turunnya kepercayaan publik terhadap parlemen. Marzuki mengatakan penurunan tingkat kepercayaan tersebut lebih didasarkan pada rasa kecewa masyarakat akibat prilaku korup dari anggota DPR, di mana sebelumnya masyarakat berharap perubahan sistem dari otorian ke demokratis dan diharapkan orang-orang politis bisa berkiprah dalam mewakili rakyat dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Diakui Marzuki bahwa selama ini dugaan penyimpangan tersebut sudah disampaikan ke publik sebagai suatu kenyataan. Dan jawabannya adalah masyarakat harus mendukung rencana strategis yang diusung DPR dalam hal perbaikan kinerja anggota dewan. (sik) 










Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

( Boong La Lappo" ) Issu Bom Bikin Panik Ratusan PNS Di Kantor Bupati Selayar

Penulis Media Selayar on Selasa, 04 Oktober 2011 | 22.59.00

Ancaman bom yang sempat membuat panik pns di kantor Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/10/) pagi, ternyata tidak terjadi. Pasca kepanikan ratusan Pns serta warga sekitar kantor Bupati Kepulauan Selayar, hingga siang ini, sama sekali tidak ada benda atau sesuatu yang mencurigakan, sehingga bisa dipastikan issu yang membuat panik tersebut tidak benar.

Sejumlah informasi mengenai adanya issu ancaman bom tersebut menjadi topik hangat sejumlah perbincangan dimana sejumlah warga terpantau berkumpul. Aparat Kepolisian Kepulauan Selayar hingga siang hari ini terpantau masih terus berjaga jaga termasuk sejumlah personil yang menyusuri sejumlah ruangan dikantor Bupati yang ditinggakan pegawai yang menmpatinya sejak pukul 08.20 Wita. namun hingga siangnya Polisi tidak menemukan barang yang mencurigakan.

Kapolres Kepulauan Selayar Akbp. Setiadi menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan ancaman bom dari ajudan Sekda Selayar 08.45. “Ajudan ditelepon seseorang yang mengaku telah meletakkan sesuatu di kantor pemkab tadi malam,” ungkapnya.

Sang penelepon bahkan meminta ajudan agar segera meninggalkan kantor pemkab untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami telah meminta bantuan Telkom untuk menyelidiki identitas penelpon,” ujar Setiadi.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan pengamanan di kantor pemkab untuk memantau situasi hingga sore nanti. “Meskipun ancamannya tidak terbukti, kami tak boleh lengah agar kejadian di Solo tidak terulang kembali,” kata Setiadi.

Sementara itu beredar juga informasi lainnya bahwa Ajudan Sekda yang menerima telepon tersebut salah mendengar dan yang menelpon adalah keluarga sang ajudan yang sehari sebelumnya sempat bersitegang diruangan tersebut, dan maksud keluarga yang menelpon adalah menyampaikan bahwa penelpon yang merupakan keluarganya itu akan berusaha menemui pak Sekda pagi itu dalam sebuah urusan pribadi, dan untuk menghindari perpecahan antara keluarga maka sebelum ketegangan terjadi agar dirinya (sang ajudan red) meninggalkan tempat atau menghindar sebelum terjadi dalam bahasa selayar a”lappo ” atau dalam bahasa indonesia meledak” atau tegang dengan beliau, inilah yang kemudian terdengar oleh sejumlah pns ditempat tersebut yang kemudian menyebar ke pns lainnya hingga kepanikan terjadi karena informasi berantai lmeledak dikaitkan dengan bom yang marak selama ini di tanah air.




Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Refleksi 1 Tahun Pasangan Drs. H. Syahrir Wahab MM Dan H.Saiful Arief SH

Penulis Media Selayar on Senin, 26 September 2011 | 05.52.00


SIMAK SPECIAL RADIO EVENT

 HARI JUMAT 30 September 2011

 ON AIR PKL 20.00 WITA

SIMAK SPECIAL RADIO EVENT, HARI JUMAT  30/9, ON AIR  PKL 20.00 WITA
Refleksi 1 Tahun Pemerintahan

 Drs. H. Syahrir Wahab MM Dan H.Saiful Arief SH 
Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar 

Periode 2010 - 2015





Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

FPS : Desak Kapolri Untuk Tangkap Mereka Yang Menyebut Bom Solo Adalah Pengalihan Issu

Penulis Media Selayar on Minggu, 25 September 2011 | 19.36.00

....FPS membantah dan mengecam statemen serta komentar yang pada intinya adalah merupakan tudingan tudingan miring terhadap pejabat negara dengan menyebutkan bahwa ledakan bom solo adalah pengalihan issu korupsi yang saat ini menimpa sejumlah pejabat, karena akan berakibat fitnah dan tuduhan bahwa dalang dari ledakan bom Solo adalah pejabat negara. Ini bisa saja di ganjar dengan sangkaan pembohongan public..........)


Siaran Pers yang dilakukan oleh FPS mengecam dan menegaskan bahwa siapapun yang menyebut dan berkomentar bahwa kejadian ledakan bom bunuh diri di Gereja Bhetel Sepuluh Kepunten kota Solo Jateng adalah upaya pengalihan issu yang saat ini menimpa sejumlah pejabat di tanah air, adalah oknum oknum yang menginginkan negara ini kacau, sekaligus FPS menyebut bahwa oknum oknum seperti ini  tidak layak menjadi seorangwarga negara RI.  Mereka itu adalah oknum atau kelompok yang  patut di curigai sebagai orang orang yang mnginginkan teroris tidak di buru dan berantas di negeri ini, dimana mereka  disinyalir adalah bagian atau boneka dari teroris yang menjadi biang hilangnya nyawa orang lain . 
Dalam artian pernyataan mereka terkait bom solo adalah upaya pengalihan issu,   FPS mengartikan bahwa kelompok atau oknum ini telah mengajak kita untuk menerima bahwa teroris bukan sebagai hal serius untuk di tindak lanjuti dan pernyataan bahwa bom solo sebagai upaya kelompok atau oknum pejabat yang menjadi bahan berita media selama ini  perlu mendapat pengembangan pihak keamanan sekiranya mereka adalah salah seorang intelektual dari kelompok teroris yang berada di tanah air. 

Melalui siaran pers FPS  Minggu (25/9) pkl.16.00 wita, pada intinya mendesak  pihak Kepolisian RI untuk  segera melakukan identifikasi terhadap kelompok kelompok ini, khususnya kepada mereka yang  kemudian berupaya mengalihkan dugaan keterlibatan teroris dalam ledakan bom di kepunten Solo Jateng.  Siapapun yang menjadi pelaku dalam ledakan tersebut, seyognyalah  kita tetap menunggu penjelasan  resmi dari lembaga resmi oleh negara tentunya, bukan malah  mengeluarkan pendapat yang kebablasan dengan mengaitkan kejadian yang menelan korban jiwa ini sebagai upaya pengaliha issu korupsi, karena secara tidak langsung telah menyebarkan fitnah bagi mereka yanag kemudian langsung menerima pesan pesan tidak benar  tersebut. Ini bisa mencederai perjuangan murni  pemberantasan korupsi di tanah air yang dalam beberapa waktu terakhir ramai di media massa. Dalam Siaran Pers  FPS bagian terakhir menyebutkan bahwa pihak pemerintah RI menyebut bahwa sementara kasus ledakan bom di kepunten solo adalah bom bunuh diri. 


Selanjutnya mendasari informasi sementara dari negara yang di sebarkan melalui media massa, FPS membantah dan mengecam statemen serta komentar yang pada intinya adalah merupakan tudingan tudingan miring terhadap pejabat negara dengan menyebutkan bahwa ledakan bom solo adalah pengalihan issu korupsi yang saat ini menimpa sejumlah pejabat, karena akan berakibat fitnah dan tuduhan bahwa dalang dari ledakan bom Solo adalah pejabat negara. Ini bisa saja di ganjar dengan sangkaan pembohongan public.



Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Foto Pasca Ledakan Bom Di Gereja Bethel Injil Sepuluh, Kepunten Kota Solo




(Nampak seorang korban yang tergelatak di pintu masuk Gereja yang diperkirakan pelaku. repro)


Ledakan bom yang meledak di Gereja Bethel Injil Sepuluh, Kepunton, Solo, Jateng, Minggu (25/9) mengegerkan Kota Solo. Sebanyak 20 orang korban luka-luka akibat ledakan itu.




































Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

NU: Bom Bunuh Diri Solo tak Dibenarkan Agama

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, KH Said Aqil Siroj menyesalkan terjadinya aksi bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Tindakan keji itu tidak bisa dibenarkan dengan dalih apapun.

"Agama apa pun mengecam kekerasan,"katanya kepada Republika di Jakarta, Ahad (25/9). Apapun motifnya, ia meminta aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan aktor di balik aksi itu.

Kang Said begitu akrab disapa meminta umat beragama menahan diri dan tidak terprovokasi dengan aksi itu. Bom bisa jadi merupakan upaya untuk memunculkan konflik di tenga-tengah masyarakat.

Bom yang meledak di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Satu orang dilaporkan tewas.

Ledakan bom terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, jemaat gereja baru usai melakukan kebaktian. Diduga, insiden itu merupakan bom bunuh diri.

Korban luka berjumlah puluhan hingga saat ini masih dalam proses evakuasi ke RS Dr Oen








Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Tentang Bombers Di Gereja Kepunten Solo

Terduga Pelaku Meninggalkan Tas di Warnet

Korban tewas yang diduga pelaku peledakan di dalam GBIS Kepunton, Solo, sebelummya diduga masuk ke warung internet yang jaraknya 200 meter dari gereja. Laki-laki muda itu dua kali melakukan akses internet di bilik nomor 9 dengan dua nama berbeda.

Pertama laki-laki muda itu melakukan akses internet atas nama Oki. Dia membuka internet dari pukul 08.37 hingga pukul 09.28. Namun menurut pemilik warung internet (warnet) itu, Sunu, billing time warnet lebih cepat 24 menit. Diperkirakan waktu akses internet laki-laki itu antara pukul 08.13 dan pukul 09.04.

Menurut Sunu, yang mengutip keterangan petugas di warnet miliknya, laki-laki muda itu lalu keluar dan masuk lagi beberapa menit kemudian. Ia masuk ke bilik nomor 9 juga, kali ini menggunakan nama Eko, dan tercatat melakukan akses internet pukul 10.43 hingga 10.56 (10.19 hingga 10.32).

Sunu menyebutkan, laki-laki muda berkaca mata itu lalu sempat masuk ke kamar mandi di warnet. Setelah keluar kamar mandi, tas yang dibawanya dititipkan kepada penjaga warnet.

"Sampai sekarang laki-laki itu belum balik lagi," kata Sunu.

Diduga, laki-laki itulah yang menjadi salah satu korban dalam ledakan di GBIS Kepunton, Solo, pukul 10.55.

Di dalam tas yang ditinggalkan laki-laki muda itu antara lain terdapat Al Quran, minyak wangi, dan pulpen.

Sunu menambahkan, saat mengakses internet, laki-laki itu antara lain membuka soal Osama, Amerika Serikat, dan Afganistan.(kompas.com)





Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Panen Raya Jampea Jadi Bukti Kemajuan Dan Keberuntungan Selayar

Penulis Media Selayar on Kamis, 22 September 2011 | 17.59.00

Kendati di sejumlah daerah di tanah air mengalami kekeringan yang sebagian mengakibatkan sejumlah lahan persawahan puso, di Kabupaten Kepulauan Selayar malah sebaliknya ratusan petani padi yang berada di Pulau Jampea kabupaten ini terpantau mempersiapkan pesta panen raya yang berlangsung besok di tanah Jampea. Setidak ribuan hektar sawah yang di airi oleh pengairan milik ribuan petani di pulau ini besok Jumat (23/9) akan mulai melaksanakan panen.
Pesta panen raya tahun ini memang agak sedikit berbeda dengan panen rafya tahun tahun sebelumnya, pasalnya panen tahun ini  dilaksanakan dengan gembira,karena musim kering  yang telah di lalui dalam sebulan terakhir  tidak menyebabkan padi petani terserang hama siang atau mengalami puso jelas Muh. Arfah dan Patta Rapi  warga petani pulau Jampea yang juga melaksanakan panen pada lokasi sawahnya besok selepas shalat Jumat. Ke dua warga petani jampea ini di temui Elshinta sesaat sebelum kapal yang akan mereka tumpangi dari pelabuhan rauf rahman bertolak ke pelabuhan benteng pulau Jampea,  setelah mereka membeli sejumlah kelengkapan pesta panen raya besok di pasar central Bonea di Ibu kota Kabupaten Selayar ini.  Kepada Elshinta ditambahkan bahwa ratusan petani jampea besok dipastikan akan melaksanakan pesta rakyat terkait panen raya tahunan atas keberhasilan sawah mereka berproduksi ditengah tengah panasnya musim saat ini.

 Sementara itu hari ini Kamis (22/09) puluhan kendaraan dinas yang merupakan rombongan pejabat pemerintah kabupaten kepulauan selayar sulawesi-selatan terpantau menuju ke wilayah kepulauan Jampea yang merupakan pulau ke dua terbesar di daerah ini. Pulau jampea terdiri dari dua kecamatan yakni kecamatan Pasimasunggu dan Pasimasunggu timur yang termasuk wilayah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai lumbung pangan dan pusat perdagangan antar pulau selain kecamatan Takabonerate sebagai daerah nelayan dan Pasimarannu serta Kecamatan  Pasilambena yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi-Tengara.

Panen raya petani jampea Selayar tahun ini tidak lepas dari tangan tangan dingin pemerintah yang setiap saat melakukan kontrol dan penyuluhan pertanian kepada para petani, setidaknya faktor keberuntungan petani Selayar adalah yang utama.


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Maskapai Penerbangan Dipanggil Dewan

DPRD Panggil SMAC dan Dishub

Maskapai penerbangan swasta Sabang Marauke Air Charter (SMAC) rute Makassar-Masamba dipastikan terancam mendapat sanksi dan teguran keras dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan, bila keputusan menaikkan harga tiket beberapa waktu lalu tanpa memiliki dasar kuat.

Selain itu, desakan pemberian sanksi hingga pemberian teguran keras turut disampaikan oleh anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan. Menurut Affandy Agusman, legilator Partai Hanura tersebut mengungkapkan, tidak ada alasan bagi pihak maskapai perintis ini untuk menaikkan harga tiket, bila tanpa didasari oleh keputusan dari pemerintah.
Olehnya itu, komisi E DPRD Sulawesi Selatan, akan merekomendasikan pemanggilan Dinas Perhubungan dan pihak maskapai penerbangan swasta SMAC untuk mendengar keterangan alasan menaikkan harga tiket rute Makassar-Masamba ini. "Kita akan konsultasikan ke pimpinan, jika memungkinkan dewan akan mengundang Dishub dan Maskapai penerbangannya,"tegas Affandy Agusman Aris, kepada koran ini, Selasa (20/9).
Menurut Affandy, pihak penerbangan tidak dibolehkan untuk menentukan atau menaikkan harga sesuai keinginannya, namun harus dibicarakan dengan berbagai pihak terkait.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel lainnya, Ince Langke menambahkan idealnya harga tiket untuk jenis perintis tidak boleh melebihi Rp 300 ribu.
Mantan ketua DPRD Selayar ini mencontohkan harga tiket penerbangan untuk rute Makassar-Selayar sampai saat ini berkisar Rp 220 ribu hingga Rp 290 ribu, jelas politisi Partai Golkar ini.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Hery Suhary Attas mengaku akan mempelajari dulu sejauh mana permasalahannya. Menurutnya, memang jika ada perubahan atas rencana kenaikan harga tiket penerbangan perintis harus mendapat persetujuan dari kementrian perhubungan. "Harus ada SK menteri perhubungan, tanpa itu pihak maskapai perintis ini tidak boleh menaikkan harga tiket begitu saja,"tegasnya. (BKM)


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Calon Haji Kabupaten Jeneponto Dilepas Secara Resmi Oleh Bupati

Bupati Jeneponto, H Radjamilo, melepas secara resmi calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Jeneponto di Masjid Agung Jeneponto, Senin (19/9) lalu. Jamaah haji yang dilepas tersebut, tergabung dalam kloter 34 yaitu sebanyak 355 orang.
Dalam kloter 34 ini, juga bergabung 4 jamaah dari Pinrang dan 8 jamaah dari Makassar. Sedangkan CJH Jeneponto sendiri sebanyak 343 orang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binamu, H Rusly Efendi, dipercayakan sebagai ketua kloter 34, dengan dibantu 1 orang pembimbing, 1 dokter dan 2 paramedis.
Bupati Radjamilo berharap, agar CJH yang berangkat ke tanah suci ini menjaga nama baik Butta Turatea. "Jamaah yang ikut kali ini, termasuk orang yang beruntung. Banyak saudara-saudara kita yang mau juga ikut berhaji tapi belum mendapat kesempatan. Kalian termasuk yang beruntung," ujar Radjamilo.
Radjamilo juga menyarankan kepada CJH, untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Karena ibadah haji yang sempurna hanya dapat diwujudkan dengan kondisi kesehatan yang prima. "Selain itu, saya meminta kepada jamaah yang jumlahnya ratusan ini, untuk mendoakan kami selaku pemerintah agar dapat diberikan rahmat dalam menjalankan roda pemerintahan yang tersisa lebih dari dua tahun ini," harapnya.
Sementara Baharuddin Ka'in, salah satu CJH Jeneponto yang ditemui Upeks, berharap agar apa yang dijanjikan pemerintah terhadap pemondokan di Mekkah benar-benar sesuai yang diharapkan. Karena selama ini, yang sering dikeluhkan para jamaah adalah soal pemondokan yang jauh dari tempat ibadah, tutur mantan anggota DPRD Jeneponto ini. (*)

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Warga Miskin di Kabupaten Bantaeng Bertambah

Jumlah rumah tangga miskin (RTM) di Bantaeng tahun 2011 ini terus bertambah. Bahkan peningkatan jumlah warga kurang mampu itu cukup mengejutkan, dari 17.713 RTM pada 2010, kini meningkat hingga 22.500 RTM pada 2011.

Meski data yang dirilis Biro Pusat Statistik (BPS) Bantaeng tersebut masih bersifat sementara atau masih memungkinkan terjadi perubahan angka, namun peningkatan jumlah orang miskin itu sangat mengejutkan anggota Komisi DPRD Bantaeng, ketika melakukan rapat kerja dengan BPS Bantaeng, Senin (19/9/) di gedung DPRD.
"Data yang kami sampaikan masih bersifat sementara, karena data itu masih perlu diolah. Bisa saja jumlah tersebut mengalami penurunan bisa juga naik tergantung hasilnya nanti," jelas Hadianto, Kepala seksi Sosial BPS
Bantaeng, didampingi Kasi Produksi, Agus M Yamin.
Menurut dia, metode yang dilakukan dalam menentukan jumlah RTM berbeda dengan tahun lalu dan berlaku secara nasional. Jika sebelumnya data orang miskin diperoleh melalui pengajuan atau usulan nama dari Ketua RT setempat, namun kali ini diperoleh berdasarkan usulan dari tiga RTM setiap wilayah pendataan.
Berdasarkan Sensus Pendududk (SP), Jumlah RTM yang dilakukan BPS sejak tiga tahun terakhir, mulai 2008 penduduk miskin Bantaeng capai 10,94 persen, 2009 mengalami penurun menjadi 9,96 persen dan pada 2010 kembali meningkat 10,25 persen. Bahkan pada 2011 ini jumlah itu semakin meningkat atau melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 40 persen RTM.
"Jika mengacu kuota RTM yang ditetapkan pemerintah sebesar 40 persen, maka jumlah RTM mencapai 21.781 RTM. Namun dari pendataan yang kami lakukan jumlahnya sudah melampaui yaitu 22.500 RTM, tapi lagi-lagi data ini masih bisa berubah, " ujarnya lagi.
Sementara dari delapan kecamatan di Bantaeng, Pa'jukukang, menempati posisi pertama terbanyak warga miskinnya. Dari 7047 jumlah rumah tangga yang di Sensus terdapat 4813 RTM. Hanya Kecamatan Bantaeng dan Sinoa yang menggembirakan.
Sementara Komisi I DPRD Bantaeng, pada rapat kerja tersebut, mengaku cukup kaget dengan peningkatan jumlah orang miskin di Bantaeng. Padahal diharapkan jumlah orang miskin di Bantaeng alami penurunan, tapi faktanya cukup mencengangkan.
"Kami tak habis pikir kok bisa jumlah orang miskin di Bantaeng semakin banyak. Tapi yang pasti hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami, " kunci Ketua Komisi I Anas Hasan, didampingi Wakil Ketua Komisi I, Nurdin Halim. (*)
 

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Selayar, Hari Ini dan ke Depan

Penulis Media Selayar on Selasa, 20 September 2011 | 05.16.00


Oleh: H Syahrir Wahab MM. Bupati Kepulauan Selayar

Kabupaten Kepulauan Selayar, yang terletak di kawasan Laut Flores merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan. Posisi geografis yang demikian memiliki peranan penting bagi Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri maupun Provinsi Sulawesi Selatan khususnya dan pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI) umumnya. Peranan penting tersebut yang disertai oleh potensi sumberdaya alam yang melimpah telah menumbuhkan keunggulan konfaratif, sehingga Kabupaten Kepulauan Selayar berpotensi dikembangkan dengan pesat.


H Syahrir Wahab MM
Dalam perspektif regional, Kabupaten Kepulauan Selayar secara geografis berhubungan langsung dengan beberapa kabupaten dan provinsi di luar Provinsi Sulawesi Selatan. Disamping itu, kabupaten ini memiliki atol terbesar ketiga di dunia yang dapat menjadi ikon pariwisata. Atol yang memiliki karang yang luas merupakan sumber ikan dan keanekaragaman hayati untuk kawasan regional.

Secara nasional, Kabupaten Kepulauan Selayar dengan perairan laut yang dalam, dan berada di tengah-tengah Indonesia sangat berpotensi untuk dijadikan Bandar Niaga di KTI. Peran sebagai Bandar Niaga ini secara otomatis akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pusat interaksi dengan seluruh tempat di Indonesia, khususnya di KTI. Dalam perkembangannya di masa yang akan datang, barang ekspor dan impor dari dan keluar negeri dan pasar parawisata internasional akan pula menjadi target pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Mimpi Bandar Niaga tersebut akan lebih cepat terwujud dengan ditemukannya potensi cadangan minyak di sekitar Selayar, serta keinginan pemerintah untuk menambah kepastian pasokan minyak (energi) di KTI melalui pengembangan kilang minyak di Pulau Selayar. Pengembangan Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Bandar Niaga Timur (BNT) tidak harus dimulai dari nol, karena sekarang telah tersedia pelabuhan feri Pamatata di Pamatata, pelabuhan feri Pattumbukan di Appatana, pelabuhan Benteng di Benteng, pelabuhan laut di Ujung Jampea di Pasimasunggu, pelabuhan rakyat atau nelayan di pulau-pulau Jampea, Bonerate, Kayuadi, dan Kalao.

Sementara jalan Provinsi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Selayar melalui kota kecamatan juga sudah tersedia seperti Pamatata, Bonelohe, Batangmata, Barugaia, Benteng, Tiletile, Pariangan dan Appatana. Sedangkan sarana perhubungan udara juga sudah tersedia yakni pelabuhan udara Haji Aroeppala di Padang.


Selayar Ke Depan

Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Selayar saat ini, dapat memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana Selayar ke depan. Salah satu lembaga pemerintah yang ada di tingkat pusat yang selama ini punya perhatian penuh kepada Selayar adalah Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tahun 2009 lalu, Menko Perekonomian bersama BPPT, telah melaksanakan kajian percepatan investasi dan pembangunan daerah tertinggal (Studi kasus Kabupaten Kepulauan Selayar) dan melahirkan Blueprint Percepatan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam Blueprint tersebut, ada empat kebijakan yang akan dicanangkan yaitu Selayar sebagai Bandar Niaga di KTI, Selayar sebagai Pusat Logistik dan Industri Perminyakan di KTI, Selayar sebagai Pusat Destimasi Pariwisata Bahari Andalan Nasional, dan Selayar sebagai Pusat Pengembangan Perikanan terpadu.

Selayar Sebagai Bandar Niaga di KTI dengan posisi geografis yang berada pada titik tengah Indonesia, dengan sebaran potensi di dalamnya meliputi potensi perikanan, pariwisata, minyak bumi dan gas, serta potensi sumber daya alam lainnya, bisa menciptakan efisiensi dan nilai tambah secara nasional dalam melayani aktivitas niaga antara wilayah-wilayah di KTI dengan wilayah-wilayah di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan sebaliknya.

Hal ini juga bisa menurunkan inflasi dalam pelaksanaan distribusi kebutuhan bahan pokok dari KBI ke KTI. Bandar Niaga ini akan melayani pasokan barang ke dan dari KTI, yang lalu-lintas transportasinya melalui Selat Selayar. Selain itu, Bandar Niaga ini akan melayani pemenuhan kebutuhan basecamp supply industri perminyakan di KTI.

Untuk menjadikan Selayar Sebagai Pusat Logistik dan Industri Perminyakan di KTI dilatarbelakangi oleh pertimbangan bahwa selama ini satu-satunya daerah yang melayani kebutuhan logistik bagi industri perminyakan di Indonesia adalah Surabaya. Oleh karena itu, untuk pengembangan industri perminyakan di wilayah KTI, termasuk industri perminyakan yang akan dibangun di Selayar, pasokan logistiknya dapat didistribusikan melalui Selayar.

Dengan demikian, akan tercipta efisiensi secara nasional dalam proses pendistribusian logistik perminyakan dimaksud, karena dekat dengan sumber dan kawasan industri perminyakan di wilayah KTI. Selain itu, Selayar sendiri memiliki potensi cadangan minyak bumi dan gas yang sangat besar melalui tiga blok, yaitu blok Karaeng, berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Barat, blok Selayar berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Timur, dan blok Kambuno berlokasi di Lepas Pantai Pulau Selayar Bagian Timur.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli perminyakan dari Amerika Serikat belum lama ini menyebutkan bahwa cadangam minyak dan gas yang ada di tiga blok Selayar lebih banyak dibandingkan dengan cadangan minyak yang ada di Balikpapan sekarang ini. Oleh karena itu, 10 atau 15 tahun mendatang, kalau ke tiga blok minyak di Selayar ini sudah dekelola, maka rakyat Selayar akan sejahtera.

Kemudian Selayar sebagai pusat destinasi pariwisata bahari andalan nasional mempunyai potensi wisata alam yang banyak dan dikenal luas, diantaranya Taman Nasioanal Laut Takabonerate. Disepanjang pantai di pulau Selayar dan pulau-pulau lainnya juga terdapat hamparan pasir putih yang masih bersih. Sedangkan kawasan terumbu karang dihampir seluruh wilayah laut Selayar sangat cocok untuk wisata diving, snorkeling dan resort.
Selayar yang memiliki luas perairan laut 25.200 km2, sangat cocok dijadikan sebagai pusat pengembangan perikanan terpadu. Dilaut dalam dan dangkal Selayar banyak ditemukan ribuan jenis ikan, termasuk ikan Pelagis dan ikan Demersal yang mempunyai nilai jual tinggi. Sedangkan ikan karang dan ikan hias juga masih berpotensi dikembangkan, termasuk rumput laut, teripang dan mutiara.(***)

Catatan;
-Tulisan ini disampaikan dalam Acara “Kami Bertanya, Syahrir Wahab Menjawab” bersama Komite Masyarakat Peduli Selayar (Kompas), di Graha Pena Fajar, Lt II, 14 Pebruari 2010.

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Ada Ratusan Transaksi Mencurigakan di DPR

Laporan dari PPATK itu berdasarkan permintaan dari Badan Kehormatan DPR.

VIVAnews - Transaksi mencurigakan di Dewan Perwakilan Rakyat ternyata tidak hanya sebanyak 21 transaksi. Dan pemilik transaksi yang aliran dananya mencurigakan bukan hanya milik satu orang.

"Ada juga yang lain-lainnya mencurigakan," kata Ketua DPR Marzuki Alie saat ditemui dalam acara Halal bi Halal PWNU DKI Jakarta di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 18 September 2011.

Tetapi, Marzuki tidak menyebutkan berapa jumlah pasti aliran dana mencurigakan yang dilakukan anggota Dewan itu. Laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Mencurigakan (PPATK) itu berdasarkan permintaan Badan Kehormatan DPR.

"Saya menerima permintaan dari Badan Kehormatan beberapa nama untuk dimintakan kepada PPATK. Kemudian saya bawa ke rapat pimpinan dan saya teruskan ke PPATK. Lalu, ada jawaban dari PPATK," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.

Anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi PAN Wa Ode Nurhayati sudah membantah tudingan bahwa 21 transaksi mencurigakan itu miliknya. Wa Ode justru mendapat informasi bahwa laporan PPATK kepada pimpinan DPR itu tidak hanya menyebut 21 transaksi mencurigakan.

"Semalam saya diskusi televisi bersama Pak Yunus Husein (kepala PPATK), beliau menyebutkan laporan yang dikirim ke pimpinan DPR bukan hanya 21 transaksi, melainkan ada ratusan transaksi mencurigakan," kata Wa Ode dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Minggu 18 September 2011.

Menurut Wa Ode, informasi dari Yunus Husein juga menyebut bahwa tidak hanya satu nama anggota DPR yang transaksinya mencurigakan. Yunus, kata Wa Ode, tidak menginginkan laporan PPATK ini dipolitisasi.

"Yang diserahkan PPATK itu ratusan transaksi mencurigakan. Beliau mengatakan, saya tidak mau ini menjadi politis, apalagi ini untuk membunuh karakter orang lain. PPATK tidak mau data itu disalahgunakan," kata anggota DPR dari Sulawesi Tenggara ini.

Sementara itu, hingga kini Kepala PPATK Yunus Husein belum bisa dikonfirmasi. Telepon dan pesan singkat yang dikirim VIVAnews.com belum juga direspons. Juru bicara PPATK Natsir Kongah enggan mengomentari soal temuan PPATK ini. "Silakan tanya Pak Yunus," kata Natsir Kongah kepada VIVAnews.com. (art)

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Satgas Antimafia: Salah Besar Napi Asimilasi Jalan-jalan ke Mal

Penulis Media Selayar on Senin, 19 September 2011 | 22.01.00

 Misbakhun dipergoki tengah berada di Mal Ratu Plaza bersama keluarganya. Pihak Lapas Salemba menyebut Misbakhun tengah menjalani masa asimilasi karena telah menjalani separo hukuman 2 tahun. Namun Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menilai napi asimilasi tidak pantas jalan-jalan ke mal.

“Jika benar, tentu salah besar napi asimilasi jalan-jalan ke mal,” kata Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana, saat dihubungi detikcom, Rabu (13/7/2011).

Denny menjelaskan, sesuai aturan, asimilasi harus sangat selektif diberikan. Asimilasi tidak bisa sembarangan diberikan kepada semua narapidana.

“Asimilasi dan sejenisnya harus sangat selektif diberikan. Jika pun diberikan harus dengan prosedur dan persyaratan yang ketat. Jika tidak, mudah menjadi modus penyimpangan dan praktik mafia hukum baru,” tambah Denny yang juga menjabat sebagai Staf Khusus SBY bidang Hukum dan Pemberantasan Korupsi ini.

Pengacara Misbakhun, Luhut Simanjuntak dan pihak Lapas Salemba menyebut Misbakhun mendapat asimilasi. Misbakhun berkerja di pagi hari dan kembali di sore hari. Uang hasil dia bekerja masuk kas negara.

Namun seperti dipergoki wartawan MetroTV Monique di Ratu Plaza, pukul 14.00 WIB, Misbakhun tengah berada di sebuah restoran bersama keluarganya. Saat hendak diambil gambarnya Misbakhun menghindar dan mengaku sudah bebas. (Indra Subagja – detikNews)


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Hati - Hati Terjerat Tindak Pidana

Pasal KUHP untuk menghadapi preman debt collector

Tindak Pidana yang sering dilakukan oleh Preman Debt Colektor adalah tindak pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana adalah:

1. Pasal 368 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

(2) Ketentuan Pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

Penjelasan Pasal 368 adalah sebagai berikut :

a. Kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan” (afpersing).

Pemeras itu pekerjaannya: 1) memaksa orang lain; 2) untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang; 3) dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. (pada Pasal 335, elemen ini bukan syarat).

b. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan;

1) Memaksa adalah melakukan tekanan kepada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan; 2) Melawan hak adalah sama dengan melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum; 3) Kekerasan berdasarkan catatan pada Pasal 89, yaitu jika memaksanya itu dengan akan menista, membuka rahasia maka hal ini dikenakan Pasal 369.

c. Pemerasan dalam kalangan keluarga adalah delik aduan (Pasal 370), tetapi apabila kekerasan itu demikian rupa sehingga menimbulkan “penganiayaan”, maka tentang penganiayaannya ini senantiasa dapat dituntut (tidak perlu ada pangaduan);

d. Tindak pidana pemerasan sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan pada Pasal 365 KUHP. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian si pelaku sendiri yang mengambil barang yang dicuri, sedangkan dalam hal pemerasan si korban setelah dipaksa dengan kekerasan menyerahkan barangnya kepada si pemeras.

2. Pasal 369 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.

3. Pasal 378 KUHP

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

PENGGOLONGAN PREMAN SEBAGAI TARGET OPERASI :

(a) PREMAN YANG MENGGANGGU KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN (MABUK-MABUKAN, MENGGANGGU LALU LINTAS, RIBUT-RIBUT Dl TEMPAT UMUM).

(b) PREMAN YANG MEMALAK (MEMINTA DENGAN PAKSA) Di LOKASI UMUM (MISALNYA MENJUAL MAJALAH SECARA PAKSA, MENGEMIS DENGAN GERTAKAN, MENDORONG MOBIL MOGOK MINTA UANG DENGAN PAKSA, MEMALAK MASYARAKAT / PERSEORANGAN YANG MENAIKKAN DAN MENURUNKAN BAHAN BANGUNAN Dl PABRIK / iNDUSTRI / KOMPLEK PERUMAHAN, PARKIR LIAR DENGAN MEMINTA UANG SECARA PAKSA, DAN LAIN-LAIN SEJENIS)

(c) PREMAN DEBT COLLECTOR (PENAGIH UTANG DENGAN MEMAKSA / MENGANCAM NASABAH, MENYITA DENGAN PAKSA, MENYANDERA)

(d) PREMAN TANAH (MENGUASAI / MENDUDUKI LAHAN / POPERTY SECARA ILLEGAL YANG SEDANG DALAM SENGKETA DENGAN MEMAKSAKAN KEHENDAK SATU PIHAK)

(e) PREMAN BERKEDOK ORGANISASI (ORGANISASI JASA KEAMANAN, PREMAN TENDER PROYEK DAN ORGANISASI MASSA ANARKIS)

Sumber: Kompolnas


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Sejumlah Napi di Selayar Bebas Berkeliaran

KOPI, Hingga Minggu (11/9) terhitung sejak H-2 jelang lebaran, terpantau sejumlah narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara Selayar Sulawesi-selatan berkeliaran dan bebas berada di luar areal Rutan klas II B Selayar. Terpantau misalnya seorang napi narkotika berinisial R terpantau berada di halaman rumahnya sementara bersih bersih halaman pada H-2 tersebut. Dari penelusuran Elshinta mendapati sedikitnya belasan narapidana penghuni rutan selayar berada di luar rutan hingga hari ini.
Dari konfirmasi melalui pesan singkat kepala Rutan Selayar (11/9) menjelaskan bahwa mereka yang bebas berkeliaran tersebut adalah mereka para napi yang sementara proses asimilasi tanpa menjelaskan selanjutnya apa yang dimaksud proses asimilasi tersebut. Kepala Rutan Nasrullah, juga mengakui bahwa memang banyak dan belum sempat menghitung jumlahnya berapa Napi yang sementara bebas berkeliaran di luar rutan.
Sementara itu dari informasi yang beredar di seputar tempat tinggal para napi yang bebas dan belum sampai pada waktu pembebasannya di duga masih menjalankan bisnis gelapnya. Malah ada yang kemudian menggunakan waktu berangkat ke makassar secara sembunyi sembunyi.


Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Jelang Setahun SYIAR Nakhoda Di Bumi Tanadoang

 

Menuju Se-Tahun Perjuangan SYIAR 
Menakhodai Kabupaten Kepulauan Selayar                                                       
Jelang setahun SYIAR menjadi nakhoda di Bumi Tanadoang Kabupaten Kepulauan Selayar tentu saja banyak hal yang akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen masyarakat Selayar, baik di Selayar daratan maupun bagi masyarakat Selayar di 5 wilayah Kepulauan Selayar.  Pada hari Kamis, 30 September 2010 setahun lalu, masih sangat jelas pada ingatan pasangan pemenang pemilukada 2010 dilantik oleh Bapak Gubernur Sulawesi-selatan setelah sebelumnya dilaksanakan rapat paripurna istimewa dewan yang dipimpin oleh ketua DPRD Selayar Hasanudin Chaer. BA. Selanjutnya upacara pelantikan dengan haru biru disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat Selayar tumpah ke lapangan pemuda Benteng Selayar. Ratusan pihak keamanan nyaris tidak berkedip melakukan pantauan keamanan saat pelantikan berlangsung. Nyaris seluruh bagian kota hening dan sebagian lagi memilih mendengarkan siaran radio 98,3 FM serta 99.5 FM yang menyiarkan langsung acara pelantikan dengan sistematis oleh masing masing reporter. Andai saja airmata haru bercampur gembira  pada saat tersebut ditampung dalam sebuah wahana,  maka taksiran jumlah dalam liter akan terkumpul. Semuanya karena keikhlasan dan semua karena ketulusan hati dan keinginan dari 35 ribuan warga Selayar yang menginginkan pasangan Drs.H. Syahrir Wahab MM dan H.Saiful Arief. SH menjadi nakhoda kabupaten kepulauan Selayar sebagai Bupati dan Wakil Bupati mereka, saat itu pada hari kamis 30 September setahun lalu telah  tercapai di depan mata. Bukan dengan sesuatu yang mulus dan tidak ada perjuangan melainkan sebaliknya harus dicapai dengan perjuangan berat dalam sebuah perihal nyata untuk kebenaran tanpa rasa kemenangan dari pihak mereka. Satu kata dalam sebuah bahasa manusia yang hidup menjunjung langit di atas tanah Selayar yang doanya diterima oleh Allah SWT, dengan perasaan lega , haru, bercampur gembira karena semuanya tercapai, karena perjuangan dan usaha dalam niat suci demi kemajuan Bumitanadoang Selayar  kini berada di depan mata mereka saat itu. Harapan itu semakin besar saat Bapak Gubernur Syahrul Yasin Limpo kemudian membuka kalimat salam dihadapan masyarakat Selayar pertanda sepakat bahwa hari itu semua yang berada ditempat pelantikan adalah mereka yang menginginkan Bumi Tanadoang Selayar bergerak maju dalam pembangunan di Indonesia. Harapn tak pernah pupus dan Keinginan tak akan pernah pudar. SYL begitu pak Gubernur disapa oleh masyarakat Selayar  kemudian berpesan dalam kalimat nyata :





















 "Pelantikan merupakan keabsahan atas legalitas sebagai bupati dalam rangka menepati janji-janji yang diucapkan di masyarakat pada waktu suksesi lalu.

Syahrul berjanji akan mengawal pemerintahan Syahrir-Syaiful sepanjang berada pada koridor yang ditentukan. " ........................(SYL)

Setahun berlalu dan sebagian besar harapan itu kini mulai nampak di depan mata.  Hantaman dan gelombang yang muncul pasca pelantikan bukan lebih kecil dari awal pasangan ini terpilih. Malah lebih keras dan mengarah kepada penghinaan dan cercaan. Bukan lagi berskala lokal namun berskala nasional melalui jejaring sosial di dunia maya. Bukan lagi merusak perasaan keluarga dan pendukung pasangan SYIAR namun telah mengoyak ngoyak hati  To Silajara. Namun semua itu bukan penghalang dan bukan rintangan untuk kemudian berbuat lebih pada periode ke 2 kepemimpinannya sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar. Begitupun dengan wakilnya H.Saiful Arief SH yang memang adalah salah satu kader pemimpin daerah , yang telah mengenal karakter dan watak masyarakatnya. Kutipan dari semua hasil klarifikasi dan konfirmasi atas banyaknya tudingan miring yang beredar mengarah kepada pasangan ini, pada kesimpulanya dijawab :

"SAYA HANYA BISA BEKERJA, SAYA HANYA BISA BERBUAT  UNTUK  KEMAJUAN PEMBANGUNAN DEMI KITA SEMUA DEMI SELAYAR YANG KITA CINTAI, TOH PADA POSISINYA, BIARKAN MASYARAKAT MENILAI DAN MEMBERIKAN APRESIASI.

SAYA HANYA  MEMINTA DENGAN SANGAT KEPADA SELURUH SAUDARA-SAUDARA KU , MARI KITA SATUKAN KATA DAN BAHASA SERTA KEMAUAN UNTUK TETAP BERSAMA MEMBAWA BUMI TANADOANG MAJU TERUS BERSAMA BANGSA INDONESIA DENGAN TETAP BERADA PADA KORIDOR KEBENARAN DIJALAN ALLAH SWT .................... (Syahrir  Wahab.2011)"





" JANGAN PERNAH BERTANYA PADA APA YANG PERNAH NEGARA ATAU SELAYAR BERIKAN KEPADA DIRI ANDA TAPI BERTANYALAH APAYANG TELAH ANDA BERIKAN KEPADA NEGARA ATAU SELAYAR. MARI KITA BERSAMA DENGAN SEGALA KETERBATASAN MEMBANGUN BUMI TANADOANG SELAYAR YANG SAMA KITA CINTAI INI, INSYA ALLAH , SEMUANYA AKAN TERCAPAI  BILA SEMUA USAHA DALAM MEMBANGUN  SELAYAR BERAWAL DARI NIAT YANG TULUS DAN DI BARENGI OLEH DOA KEPADA ALLAH SWT. ..................................( Saiful Arief )."




Sementara itu evaluasi dari kinerja pasangan SYIAR menakhodai Selayar dalam setahun akan dilaksanakan pada pekan depan dengan mengukur kinerja pemerintahan kabupaten kepulauan Selayar, baik dalam segi pelayanan dan pemanfaatan seluruh bidang bidang kerja. Bila kemudian program prioritas merupakan sebuah janji kepada masyarakatnya maka hasil evaluasinya tentu saja percepatan realisasi secara nyata.
   ( ..........................................ikuti sambungan pada postingan berikutnya .........)



Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Dari Putusan Kasasi Kasus Korupsi Takabonerate Di Mahkamah Agung RI Hingga Kwitansi Markus MA Beredar di Selayar

Kapal KMF. Takabonerate adalah kapal feri milik orang selayar dengan
harga beli sesuai proyeksi APBD Selayar TA 2002 sebesar 5,5 M
selanjutnya APBD Selayar diagungkan sebagai jaminan utang daerah
kepada BPD Sulsel hingga tahun 2009 dengan pembayaran bunga perbulan
mencapai 600 juta rupiah. Sehingga bila di total dengan utang dan
harga awal maka harganya sekitar 15  Miliar Rupiah. Padahal kapal Feri
ini sebenarnya bukanlah kapal feri sesuai peruntukan dan konstruksinya
namun kapal feri KM Takabonerate ini adalah sebuah kapal Lancing Crapt
Tank (LCT) yang di bangun dengan konstruksi kapal angkut jenis
tongkang bermesin alias landeng. Dari sejarahnya, bahwa LCT yang di
sulap menjadi sebuah kapal feri saat dianggarkan di APBD Selayar
dengan alasan mendesak oleh para wakil rakyat selanjutnya meminta
kepada Pemerintah daerah mengalokasikan dalam usulan apbd TA 2002 dan
lanjutan pada Apbd Selayar 2003, yang kemudian tanpa proses lelang dan
dasar hukum yang jelas kemudian mengunjuk PT.Selayar Utama Corporation
(PT.SUC) sebagai pelaksana pengadaan dan pelaksana pengelolaan. Yang
belakangan ditemukan bahwa perusahaan PT SUC ternyata lahir pasca
pengusulan anggaran alias milik bersama dan PT SUC ternyata tidak
mendapat pengesahan dari Departemen Kehakiman sesuai legalitas sebuah
perseroan terbatas. Ironis lagi karena hal ini tetap di biarkan serta
di setujui oleh Dprd Selayar. Kasus korupsi kemudian bergulir
dilembaga penegak hukum, mulai dari peradilan tingkat pertama, kedua
dan sampai akhirnya pada tingkat kasasi di Maahkamah Agung. Ironisnya
karena dalam semua tingkatan penegak hukum yang menangani kasus
korupsi Apbd Selayar ini semua terdakwa tidak ada yang di tahan hingga
saat ini kendati amar putusan MA telah turun dengan menghukum 3
terdakwa masing masing Rosman SE kepala bagian ekonomi setda Selayar,
Jenewai Rahim, Kepala Bagian Perdagangan Setda Selayar dan  Salewang
Samsu Alang Pengusaha sekaligus direktur PT SUC. Sementara Mantan
Bupati Selayar Akib Patta hanya ditahan seminggu oleh kejati Sulselbar
di Rutan Selayar, dan Mantan ketua DPRD Selayar Ince Langke dinyatakan
bebas dari segala tuntutan hukum. bersama 9 anggota dewan periode
1999/2002 yang menjadi panitia angarannya dinyatakan bebas pada
tingkat kasasi.

Seluruh asset dan berkas serta dokumentasi di bersihkan selanjutnya
kapal feri sebagai barang bukti di kejaksaan tinggi sulselbar sejak
tahun 2005 hingga saat ini tidak diketahui kemana rimbanya alias
hilang tanpa alasan yang jelas. Padahal kapal tersebut sangat jelas
adalah asset daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sesuai
hasil temuan BPK yang mencari barang tersebut. dari hasil pengembangan
informasi dan konfirmasi ke sejumlah pihak, Elshinta mendapat khabar
bahwa  KM takabonerate dibangun dari sebuah LCT bernama Manumbar IX
yang ternyata telah tenggelam di perairan pelabuhan kendari sulteng
dan dibeli seharga 250 juta rupiah. Selanjutnya di biayai oleh
pengusaha kapal pada salah satu galangan kapal dijawa timur dengan
menyulapnya menjadi sebuah kapal penumpang jenis feri roro. Dalam pada
itu kemudian dibuat skenario survey oleh wakil rakyat dari selayar dan
pemerintahnya dengan menggunakan spj dinas dari anggaran negara dan
dinyatakan diterima serta layak dibeli. Skenario mendesak kemudian di
gelontorkan pada saat perairan laut selayar di hantam ombak dan angin
kencang, selanjutnya di sahkan oleh dewan periode 1999/2002.

Sementara itu MC-I juga menyertakan foto kwitansi  yang isinya
merupakan tanda terima pembayaran perkara kasasi sebesar 140
jutarupiah di MA. Kwitansi ini di foto dari tangan Faisal pemilik sah
lahan pembangunan asrama mahasiswa kepulauan di jalurdua benteng
selayarsaat ini. Menurutnya keputusan MA atas perkara perdata telah
dimenangkan olehnya dan kwitansi tersebut merupakan bukti bahwa
dirinya telah memberikan uang kepada seorang anggota dewan aktif saat
ini di Dprd Sulsel.   Ditanya mengenai siapa yang menerima di MA,
kepada MCI dirinya tidak mengetahui.
Menyikapi hal ini, ketua pengadilan Negeri Selayar yang dihubungi MCI tidak dapat berkomentar.  Yang pasti bahwa isi dari kwitansi
adalah adanya praktek Markus di Selayar perlu diusut lebih lanjut.



Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Jelang Setahun SYIAR . Takkan Lahir Pelaut Ulung Di Laut Yang Tenang



“Jangan Tanya Saya: Biarkan Orang Lain Menilai“

Kata government, yang kemudian kita terjemahkan menjadi pemerintah, berasal dari bahasa Yunani; kubernan, yang berarti nakhoda atau dalam kata kerja berarti mengemudikan kapal. Kata yang kemudian diadopsi ke dalam konsep pemerintahan moderen, mengandung penegasan peran nakhoda terhadap kapal dan penumpangnya. Nakhoda sebagai pemegang kemudi, bertanggungjawab secara penuh dalam mengemudikan kapalnya mengarungi lautan sekaligus bertanggungjawab atas keselamatan dan kenyamanan penumpangnya.
Dan selama 5 tahun menakhodai Kepulauan Selayar, Syahrir Wahab telah melakukan berbagai tindakan untuk daerah dan masyarakatnya.
Tapi ketika ditanya bagaimana komentarnya terhadap apa yang telah dilakukannya itu, Syahrir Wahab hanya mengatakan dengan suara rendah: “Biarkan orang lain yang menilai”.
Beberapa masyarakat yang melihat dan merasakan langsung kebijakan Syahrir Wahab bersedia memberikan testimoni. Begitupun dengan beberapa tokoh yang mengenal atau paling tidak pernah berinteraksi dengan Syahrir Wahab juga ikut memberikan komentarnya.

    Ansaruddin (Mantan Kades, Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu):

    Permasalahan yang dialami oleh masyarakat Appatanah – dan saya lihat menjadi permasalahan utama desa-desa lain, adalah masalah jalan, listrik dan air bersih. Dan itu sudah bisa kami nikmati sekarang. Banyak yang menutup mata terhadap perkembangan ini atau bahkan antipati terhadap Pak Bupati, tapi hal itu bukan karena pribadi Pak Syahrir dan kebijakannya. Tapi dalam beberapa kasus, mereka yang kecewa itu karena ada harapan mereka yang belum terpenuhi, misalnya dalam permohonan bantuan. Tapi ini yang tidak dipahami oleh masyarakat, sebab semua bantuan itu sudah ada dalam APBD. Misalnya ada 50 yang bermohon bantuan keramba, tapi yang ada baru sepuluh, tentu tidak semuanya bisa dipenuhi. Sehingga muncullah kekecewaan dari yang tidak mendapatkan, padahal tahun depan bisa saja mereka mendapatkan juga karena yang saya lihat anggarannya masih ada di APBD. Ini yang tidak fair.
    Dari itu, ketika ada masyarakat yang minta tolong dibuatkan proposal bantuan, saya selalu mencari tahu mengenai anggarannya di APBD. Kalau ada, saya akan buatkan dan fasilitasi, dan kalau tidak ada, saya akan berikan pemahaman bahwa kalaupun bermohon 10 kali misalnya, tidak akan diberikan sebab memang tidak ada posnya atau anggarannya. Hal inilah yang harus disampaikan ke masyarakat agar mereka bisa mengerti.
    Sampai sejauh ini, bantuan yang ada sudah dinikmati masyarakat. Mesin katinting misalnya, sudah dimanfaatkan oleh para nelayan, dengan PK yang beragam sesuai dengan kapasitas kapal atau perahunya. Dan hal itu memang sesuai dengan permintaan masyarakat, sehingga tidak tepat bila ada yang mengatakan bahwa mesin-mesin tidak digunakan sebab tidak sesuai dengan kapasitas kapal atau perahu penerima. Dan yang membanggakan saya dari masyarakat Appatanah, beberapa masyarakat tidak serta – merta menerima bantuan mesin karena sudah beralih profesi menjadi pedagang atau pengumpul ikan, walaupun mesin tersebut bisa saja diuangkan dengan menjualnya.
    Bantuan keramba dari pemerintahpun sudah hampir menghasilkan, dimana dalam waktu dekat akan panen dengan jumlah lobster lebih 1000 ekor.
    Saya tidak melihat bahwa ada bantuan yang tidak tepat sasaran – terutama yang saya lihat di desa ini. Bahkan program-program yang dari pemerintah sudah dinikmati masyarakat, terutama jalan, listrik, dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
    Fasilitas air bersih juga sudah akan ditingkatkan sarana dan prasarananya oleh UNICEF melalui Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar. Insya Allah sebelum akhir tahun, masyarakat Appatanah sudah bisa memutar kran di dalam rumah.
    Jadi, hanya yang tidak mempunyai hati nurani yang mengatakan bahwa program yang ada tidak bermanfaat dan tidak perlu dilanjutkan.

    Muh. Haris / Baso Tompe (Nelayan / Tokoh Masyarakat, Binanga Benteng, Desa Binanga Sombaiya, Kecamatan Bontosikuyu):

    Di samping program yang bisa dinikmati masyarakat umum, bantuan langsung ke masyarakat sudah dinikmati hasilnya oleh masyarakat. 17 nelayan di Binanga Sombaiya sudah memanfaatkan mesin katinting yang didapatkan, dan sudah tidak mendayung lagi ketika melaut. Begitupun dengan 2 kelompok nelayan dengan anggota masing-masing 10 orang dimana setiap kelompok mendapatkan 5 mesin, juga sudah memanfaatkannya.
    Peningkatan dari sisi ekonomi dengan adanya bantuan ini, memang belum maksimal, tetapi hal itu lebih karena harga ikan yang memang sedang turun. Misalnya, beberapa waktu lalu harga ikan teri sekitar 300 ribu per keranjang, kini tinggal 150 ribuan per keranjang. Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah, yaitu pemasaran hasil tangkap nelayan.
    Dari 30 ekor bantuan sapi untuk kelompok peternak di Dusun Binanga Benteng, dari 27 ekor betina, 24 ekor sudah melahirkan. Para peternak memang sudah siap untuk mengembangkan usaha ini, yang antara lain sudah mempersiapkan kandang terlebih dahulu, serta penanaman tanaman yang akan dijadikan pakan ternak. Harapan kami para peternak ke depan, adalah adanya bantuan kawat duri, sehingga kandang dan tempat pencarian makan bisa diperluas dan tidak mengganggu tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat. Bantuan ini, membuat kami, terutama yang telah menerima bantuan dan merasakan manfaatnya, dapat dilanjutkan, sebab bukti sudah ada.

    Andi Norma (Tokoh Perempuan, Padang, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu):
    Ketika masyarakat mulai membuka lahan persawahan di dekat Bandara, sebenarnya saya melihat akan adanya keragu-raguan, apakah persawahan yang mereka buka bisa berkembang atau tidak. Tapi karena dukungan pemerintah dalam hal ini sangat serius, sehingga kini sudah bisa dibayangkan hasilnya. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bapak Bupati langsung memberikan bantuan hand tractor kepada kelompok tani di Desa Bontosunggu ini.

    Para petani bisa mengolah sawahnya dengan lebih baik. Di samping itu, petani tambak juga telah memanfaatkan hand tractor ini ketika mereka membenahi tambak mereka, terutama dalam membolak balik tanah tambak dalam persiapan menurunkan bibit. Pekerjaan yang selama ini berat dilakukan karena menggunakan cangkul, kini para petambak mulai melirik tambak mereka kembali untuk dikelola dengan lebih serius.
    Di samping itu pula, di Desa Bontosunggu ini, juga ada bantuan langsung modal usaha untuk kelompok pembuat terasi, dan hasilnya, produk mereka bisa ditingkatkan dengan kualitas yang lebih baik, bahkan kini sudah ada yang menjualnya dengan kemasan menarik sehingga bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di daerah lain.
    Yang perlu disyukuri adalah, bahwa, dalam penyaluran bantuan ini, baik keramba, hand tractor, mesin katinting dan modal usaha, Pak Kades memang tegas dalam mengusulkan masyarakatnya yang akan mendapatkan bantuan, terutama dalam melihat profesi dari calon penerima bantuan.
    Bisa jadi, karena berdasarkan indikator yang jelas, sehingga bantuan tidak menjadi yang mubazir, dan kini masyarakat sudah bisa melihat hasilnya.

    H. Baso Sayang (Imam Dusun, Tonjo, Desa Kayu Bauk, Kecamatan Bontomatene):

    Permasalahan utama Desa Kayu Bauk adalah jalan yang menghubungkan Desa ini dengan ibukota kecamatan dan desa lain yang sudah sangat parah. Begitupun dengan jalan lingkar dusun. Di samping tinggal batu – batuan karena aspalnya sudah “habis” terkikis, juga dimana-mana berlubang. Dan itu saya hitung sudah lebih 10 tahun tidak diperbaiki.
    Melalui beberapa acara yang dihadiri oleh Bapak Bupati, kami menyampaikan keluahan – keluhan, antara lain masalah jalan tersebut. Tahun 2007, jalan lingkar Desa mendapatkan pengaspalan. Dan tahun 2009, jalan poros antar desa, tidak saja diaspal, tapi malah dihotmix. Dan kini sudah sangat mudah untuk ke dan dari desa ini.
    Hal lain yang kami keluhkan juga setiap ada pertemuan dengan Bapak Bupati adalah masalah air bersih. Tapi dengan dialirkannya air Tajuiya, kini kami bisa menikmati air bersih walau kami masih harus menumpang di Dusun Sapohatu karena jalur pipa ke dusun ini belum ada. Tapi ini sudah sangat membantu, sebab masyarakat sudah bisa mandi dan mencuci, setelah selama beberapa tahun kami “tersiksa” oleh masalah air bersih.
    Bisa dibayangkan, beberapa tahun terakhir, untuk air minum saja, kami harus antri antara setengah sampai satu hari untuk mendapatkan seember air. Apalagi untuk mandi dan mencuci. Selama ini, terutama pada musim kemarau, beberapa masyarakat harus pergi ke sumur pada tengah malam dan kembali di pagi hari agar aktifitas rutin tidak terganggu. Sebab kalau subuh baru ke sumur, paling siang atau bahkan sore hari baru mendapatkan giliran karena yang menimba harus satu persatu agar air tidak keruh.
    Kini dengan adanya pemipaan air Tajuiya, walaupun belum melewati dusun Tonjo, tapi kami sudah bisa menikmatinya walau melalui keluarga di dusun Sapohatu.
    Dalam pertemuan dengan Bapak Bupati beberapa waktu yang lalu, kami juga sudah mengusulkan agar air Tajuiya juga bisa dialirkan ke kampung kami. Kalau hal itu terwujud, berarti permasalahan terbesar masyarakat di dusun ini sudah bisa teratasi.
    Dengan adanya pipanisasi saja saat ini, dimana masyarakat sudah merasakan manfaatnya, beberapa masyarakat pernah menyampaikan kepada saya; so’di sambung-sambungang jua ummurunni, kusambung ummuru’na pa’ Bupati (seandainya umur bisa disambung (oleh manusia), saya akan sambung umurnya Pak Bupati).

    Mas’ud (Tokoh Pemuda, Desa Lambego, Kec. Pasimarannu):

    Beberapa proyek yang ada di Pasimarannu adalah pembangunan SMP di Lambego, SMA di Bonerate, pengaspalan jalan ke Miantuu, dimana masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Begitupun dengan jalan tani serta dermaga yang berasal dari dana APBN, tapi kami tahu bahwa itu atas usaha Bapak Bupati. Begitupun dengan PLTS. Dari 6 Desa, 5 Desa mendapatkan masing-masing 50 PLTS, kecuali Desa Majapahit karena mendapatkan layanan PLTD. Masyarakat bersyukur karena tidak perlu membeli minyak tanah. Masyarakat sangat merasakan besarnya anggaran pembangunan dibanding (Bupati) periode sebelumnya. Saya yang sering membantu masyarakat, mengalami sendiri bagaimana Bupati sering memberikan bantuan.
    Mengenai besarnya anggaran yang dialokasikan di kepulauan – tentunya tanpa melupakan anggaran di daratan utama Selayar, diakui oleh semua pihak, baik teman maupun lawan politik Pak Bupati.
    Dan mayoritas masyarakat kepulauan berharap, agar bisa dilanjutkan.

    Muh. Asdar (Penggiat Koperasi, Dusun Ujung, Desa Bontobulaeng, Pasimasunggu Timur):

    Selain jalan lingkar Jampea, masyarakat juga mendapatkan bantuan mesin katinting, pupuk, bibit, dan kini sudah menghasilkan. Pencetakan sawah baru di Pasimasunggu dan pembuatan bendungan irigasi di Doda’ sudah membuahkan hasil. Di Doda’, Mangatti dan sebagian Benteng bahkan sudah dua kali panen. Koperasi Desa juga sudah eksis dan membantu petani dalam penyediaan pupuk dan dapat menyanggah harga beras. Dengan adanya koperasi, harga beras yang sebelumnya Rp. 1000 / liter, kini sudah Rp. 2.500 / liter. Masyarakat juga terbantu dengan adanya bantuan hand tractor. Yang sangat berkesan di masyarakat adalah, “gampang”nya Bupati memberikan sumbangan, baik untuk mesjid maupun untuk kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan. Walau beberapa proyek mengalami “kendala” dalam pelaksanaan di lapangan sehingga pengawasan harus lebih diperketat di masa mendatang, tapi harus diakui bahwa pembangunan di kepulauan, terutama di Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur sangat pesat dibanding dengan Bupati – Bupati sebelumnya. Banyak masyarakat yang bahkan berkata: “Sallomo rie istilah Bupati selama inni, na ngura inni tompa na lohe pembangunan” (sudah lama ada Bupati, kenapa baru (periode) sekarang banyak pembangunan?).

    Patta (Petani Kopra, Lembang Mate’ne Timur, Desa Lembang Mate’ne, Kecamatan Pasilambena):

    Pembuatan jalan dari Lato’dok ke Barumbung betul-betul sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ekonomi masyarakat mulai menggeliat, sebab akses ke pasar menjadi mudah, baik dengan kendaraan sendiri maupun menggunakan jasa ojek. Bahkan sekarang banyak yang mengangkut kopra dari kebunnya dengan menggunakan ojek. Kalau sebelumnya menggunakan kuda – dimana untuk 4 karung (karung beras – pen) yang beratnya sekitar 1 kwintal, sewanya sekitar 20 – 30 ribu sesuai jaraknya; dengan motor, sewanya tinggal sekitar 15 ribu untuk 1 kwintal, yang biasanya dipadatkan dalam 3 karung, dimana sewa per karungnya 5 ribu.
    Yang sangat luar biasa adalah pembangunan dermaga Kawau, Desa Garaupa yang akan menjadi dermaga terbesar di Selayar sebab lebarnya 9 m, panjang lebih 300 m, dan konon anggarannya sekitar 30 m. Dan itu atas perjuangan Bapak Bupati di Jakarta.
    Walau belum selesai, dimana tahap pertama yang saya dengar sudah menghabiskan 10 m, tetapi kemegahannya sudah kelihatan. Sekarang bahkan sudah dijadikan tempat hiburan dan rekreasi, sambil memancing. Kalau selesai, tentu bisa disandari fery dari Benteng atau dari dan ke Nusa Tenggara, sehingga akan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat Pasilambena dan kepulauan secara umum. Bagi saya, keterlaluangki tu pulonni ampa gele rihargai to la pausahaang injoki inni (kita orang pulau sangat keterlaluan apabila tidak menghargai orang yang telah mengupayakan semua ini).

    Dg. Maloga (Peternak, Pengga, Desa Pamatata, Kecamatan Bontomatene):

    Selain mesin katinting dan pemipaan air bersih ke rumah – rumah, di Desa ini ada juga bantuan kambing untuk kelompok ternak. Mereka berkelompok dan memiliki tempat penggembalaan bersama, tetapi masing – masing anggota kelompok memiliki kandang sendiri.
    Dalam pembagian kambing untuk peternak, tidak ada konflik yang terjadi di masyarakat. Memang banyak yang mengajukan (permintaan bantuan) kambing dan yang dapat belum semuanya. Tapi masyarakat bisa memahami bahwa anggaran terbatas. Mereka juga menyadari bahwa suatu hari nanti mereka akan mendapatkan giliran (diberi bantuan) juga.
    Jadi tidak benar bahwa ada konflik dan ada isu negatif seputar bantuan itu. Bahkan saya sebagai salah seorang anggota kelompok ternak, adalah yang terakhir dipanggil untuk mengambil kambing setelah yang lain sudah terlebih dahulu dipanggil memilih. Saya sempat kecewa, karena yang tersisa kecil-kecil semua. Tapi istri saya minta bersabar dan mensyukuri yang ada, sebab pasti ada hikmahnya.
    Alhamdulillah, bagian kambing kami yang 3 ekor sudah besar dan sudah ada yang melahirkan. Bahkan kami sudah menikmati hasilnya karena sudah sempat menjual seekor. Padahal kambing yang lain ada yang lumpuh, sakit-sakitan kena sola’, bahkan ada yang mati. Mungkin itu buah dari kesabaran dan kesyukuran kami. Kami bersyukur kepada Tuhan karena diberi rezki, dan berterima kasih kepada Bapak Bupati karena memberi kami bantuan kambing.
    Apa yang kami alami itu mengajarkan, bahwa kalau kita tidak tahu bersyukur dan berterima kasih, kambing kita bisa mati.


    Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH (Gubernur Sulawesi Selatan):

    Sebagai Gubernur, saya selalu menjalin komunikasi dengan Bupati / Walikota di Sulsel. Tapi dari sekian Bupati, yang paling sering menelpon saya adalah Bupati Selayar. Kadang siang, kadang malam, bahkan beberapa kali di saat saya sudah berisap – siap untuk tidur. Tapi saya harus mendengarkan, sebab mungkin ada permasalahan yang mendesak di Selayar yang harus disampaikan. Bahkan pernah saya ditelpon sekitar setengah 12 malam dan saya sudah mau tidur. Waktu itu Pak Bupati menyampaikan, bahwa, sejak Indonesia merdeka, orang Selayar belum pernah menikamati subsidi BBM dan orang Selayar harus membayar lebih dibandingkan dengan masyarakat di daerah lain.
    Jadi saya tahu, bahwa Pak Syahrir adalah orang yang serius memikirkan dan memperjuangkan masyarakatnya, bahkan sering ngotot. Saya yakin, dengan tekad dan semangat seperti ini, Selayar akan lebih maju di masa mendatang.

    Emil Abeng, MBA (Anggota DPR RI):
    Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, perkenankanlah saya, Emil Abeng, Putra Selayar yang atas ridha Allah SWT menjadi Anggota DPR RI mewakili masyarakat Selayar, menyatakan kebanggaan atas pembangunan yang telah berlangsung di bawah kepemimpinan Syahrir Wahab.
    Sejak awal – dan dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa negeri Indonesia ini, khususnya tanah asal saya Kabupaten Selayar, merupakan negeri dengan anugerah Allah yang luar biasa. Anugerah itu berupa kekayaan alam yang melimpah, keindahan panorama daratan dan lautan, serta kekayaan budaya. Namun saya masih menyatakan keprihatinan, karena ternyata yang selalu dikenal di luar negeri hanya Pulau Bali.

    Untuk itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mensukseskan seluruh upaya pembangunan yang telah dilakukan dan dibuktikan oleh Bupati sekarang, yaitu Drs. H.Syahrir Wahab, MM, yang saya tahu mempunyai skala prioritas dalam membangun Selayar ke depan. Prioritas pertama adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur mulai dari listrik yang akan mampu menerangi seluruh desa di Kabupaten Selayar, sampai pemenuhan kebutuhan industri khususnya industri perikanan berorientasi ekspor. Prioritas selanjutnya adalah pengembangan Bandara dan Pelabuhan Laut sehingga Selayar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

    Prioritas lain yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas SDM Selayar, melalui pembangunan sekolah unggulan, pembangunan BLK dan pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasiswa berprestasi.

    Jika hal tersebut diselesaikan, Insya Allah Kabupaten Kepulauan Selayar akan mampu menjadi daerah yang dapat dibanggakan di bawah kepemimpinan Bupati Syahrir Wahab. Saya menyampaikan penghargaan kepada Bupati Selayar. Saya berharap, kita menghargai pembangunan yang telah dilakukan oleh Drs. H. Syahrir Wahab dengan memilihnya kembali menjadi Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar.

Setelah Anda Membaca:

Setelah Anda membaca buku ini, kami tidak punya sesuatu lagi untuk kami tambahkan. Andalah yang menilai.


(Sumber : http://blog.selayaronline.com/)

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Menjelang Setahun Syahrir Wahab - Saiful Arief Menakhodai Selayar

Menjelang akhir bulan September ini, tercatat setahun Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam pilkada Selayar 2010 lalu. Drs.H.Syahrir Wahab MM dan H.Saiful Arief SH. adalah Bupati dan Wakil Bupati kepulauan Selayar yang dilantik oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada hari Kamis tanggal 30 September 2010 dihadapan puluhan ribu masyarakat Selayar di lapangan Pemuda Benteng Selayar.  setelah sebelumnya kemenangan dari pasangan ini mendapat gugatan oleh calon lainnya dalam pilkada selayar di MK yang kemudian di putuskan bahwa penggugat keputusan kpud selayar tersebut tetap kalah dan jadilah pelantikan pasangan pemenang dilantik. Singkat tulisan ini kemudian mengingatkan bahwa sejak pelantikan terhitung hingga saat ini telah setahun Syahrir-Saiful menjadi nakhoda di Selayar.

Dalam perjalanan pemerintahan Syahrir - Saiful telah banyak tentunya perkembangan yang tampak, selain itu pasngan ini telah membawa Selayar lebih dinamis, dibanding pada tahun tahun sebelumnya. Sejumlah program dan janji pilkada telah terlaksana walaupun di akui oleh Saiful Arief sebagai wakil Bupati pada setiap kesempatan bertemu dengan warga bahwa masih banyak kekurangan di sejumlah bidang yang menjadi prioritas pelaksanaan. Termasuk juga Syahrir Wahab banyak berkomentar terkait sejumlah pembenahan lanjutan pembangunan pemerintahan di kabupaten kepulauan Selayar. Bila berbicara infrastruktur pada sektor pekerjaan umum, pertanian, dan perikanan serta perhubungan sangat jelas sekali perkembangan yang tampak di depan mata orang Selayar. Hal ini terbukti bahwa pesatnya pembangunan di daerah ini tak lepas dari tangan dingin ke dua pasangan ini. Setidaknya dinamisasi pembangunan menjadi hal utama dalam segala tolak ukur perkembangan. Dan cukup fair terasa dalam hati seseorang bila kemudian mengakui hal perkembangan pembangunan di kabupaten kepulauan selayar dalam setahun terakhir ini. Yah kami hanya bisa bekerja, kami hanya bisa berbuat , masyarakatlah yang menilai, ujar Syahrir Wahab pada suatu kesempatan saat bertemu MC-I  di jalan masuk ke ruangan Bupati.

Sigit Sugiman, aktivis lsm FPS kepada Pewarta berkomentar bahwa apapun kalimat menyoroti pembangunan Selayar mulai Pak Syahrir Wahab menjadi Bupati Kepulauan Selayar sampai sekarang, kemudian Pak Saiful Arief menjadi wakilnya adalah hal yang perlu ditampung. Kalaupun demikian, sebelum di tampung harus di sortir dulu. Soalnya banyak komentardalam kalimat yang mengkritik namun tidak memberi solusi. Selanjutnya Sigit menjelaskan bahwa bukan hal mudajh bagi kedua pemimpin Selayar saat ini untuk menangkis banyaknya issu issu miring yang memojokkan pemerintahanya, namun semuanya diterima. Termasuk adanya sejumlah gugatan hukum terhadap pemerintah daerah ini dalam hal mutasi kepegawaian. Belum lagi dugaan dugaan kasus korupsi yang dijadikan komuditas politik dari sebagian lawan politik pemerintahanya. Semuanya menjadi sebuah pernak dan pernik yang menjadi perhatian kedua pemimpin Selayar ini. Termasuk menyerap aspirasi dan permintaan bantuan dari masyarakat.  Kegiatan keagamaan telah menjadi agenda tetap bagi keduanya, selain itu seluruh permiontaan warga telah terpenuhi walaupun kemudian di akui oleh Sigit bahwa belum seluruhnya dapat terealisasi maksimal. Ini kata kata Pak Bupati yang saya lanjutkan, pak.  Saya dan teman teman di FPS adalah orang pertama yang akan menyoroti kinerja Beliau bila memang ada penyimpangan dan kamilah orang pertama yang akan melaporkan bila ada masyarakat yang merasa terzalimi secara langsung oleh ulah keduanya. Jadi bila anda mengatakan ada maka segeralah memberikan penyampaian. Jangan hanya kalimat teror dan sms tak jelas Pak, ujar Sigit.

lain lagi yang di jelaskan oleh Muh.Takwin, salah seorang pemuda kepulauan Selayar. bahwa saat ini yang menjadi kendala bagi kami adalah menentukan wakil rakyat yang peduli kepada kami di wilayah kepulauan, bukannya menyalahkan namun perlu di ketahui bahwa pemerintahan sekarang telah banyak memberikan bantuan kepada paranelayan di kepulauan tapi yang bertugas mengelola dan mengolahnya yang kadang memanfaatkan kesempatan. Kami sendiri di kepulauan tidak menyalahkan pak Bupati dan Pak Wakil tapi menyayangkan warga daratan yang hanya tahu menyoal kedua pemimpin Selayar ini.  Bukankah saat ini kami di wilayah kepualauan sudah sangat maju dengan adanya listrik energi matahari dan bantuan airtawar yang tidak pernah terpikirkan oleh pemimpin sebelumnya. Yang menggunakan kesempatan malah kontraktornya, lihat saja jalan lingkar jampea trus bantuan sumur bor, trus pabrik es dan lain lainya. Semua di kerjakan oleh kontraktor dari anggota dewan. kalau sudah begini e e e malah Pak Bupati yang di salahkan., kuncinya kepada Mci
Ardi Aryo dari pemerhati lingkungan juga ikut angkat bicara, dia menyayangkan kedua pimpinan Selayar yang terlalu percaya kepada bawahannya. Padahal mereka mereka inilah yang kerap menjual nama Bupati dan Waki Bupati bila ada kebijakan yang memberatkan masyarakat. Padahal kebijakan tersebut hanya dia saja yang membuat dan mengarang sementara pimpinan selayar tidak tahu apa apa. Ini adalah hal paling banyak terjadi di masyarakat selayar daratan khususnya wilayah Bontomanai, Bontomatene, Bontoharu dan Bontosikuyu.  Belum lagi ulah para kepala desa yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten malah menunjuk pemerintahan Bupati yang tidak benarsaat sejumlah p[royek proyek dari dana adddesa kemudian tidak selesai akibat nakalnya sebagian oknum oknum kades. Inilah kemudian menjadi bahan bagi lawan politik atau oposisi pemerintahan Selayar saat ini.

Bila semua itu menjadi penghalang dalam setahun Syahrir-Saiful menjadi pemimpin di kabupaten kepulauan Selayar maka tentu saja pembangunan tidak akan berjalan. Namun semuanya di jadikan bahan evauasi dan penilaian dalam menjalankan roda pemerintahannya.  Malah dalam setahun ini, sejumlah pihak kemudian menyebarkan issu issu memojokkan yang mengatakan bahwa Bupati Selayarakan di periksa KPK atas laporan penyimpangan Proyek  namun tidak dijelaskan proyek mana dan hanya melanjutkan bahwa tingal menungu izin presiden. Ironisnya issu ini di dengar media ini dari seorang oknum kepala bidang di lingkup Dishub Selayar. Bukankah ini sebuah hal lucu ketika seyogyanya oknum ini sebagai bawahan dalam struktur kepegawaian membela atasan dalam kebenaran dan pekerjaannya, bukan malah menyebarkan issu issu miring di tengah masyarakat yang tentu saja percaya pada seorang pejabat pemerintahan.

Menjelang setahun SYIAR menjadi pemimpin Selayar, akan diadakan event Refleksi Setahun SYIAR Menjadi Nakhoda Selayar dan hal ini merupakan event public untuk mengetahui capaian pembangunan yang saat ini cukup pesat perkembangannya, terlepas dari segala hal yang menjadi pernak dan pernik dinamisnya pembangunan di bumi tanadoang Selayar selama setahun terakhir.

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

Lansiran Media Tentang Selembar Bukti Makelar Kasus di MA Sebesar 140 Jt Ditemukan di Selayar






Selembar kwitansi tanda terima uang senilai Rp.140 juta, yang diperuntukkan untuk membayar perkara kasasi di Mahkamah Agung atas perkara lahan pembangunan asrama mahasiswa kepulauan selayar mendapat perhatian serius dari lembaga independen yang selama ini memburu praktek praktek mafia peradilan dan korupsi di wilayah hokum Kepulauan Selayar. Lambat atau cepat pelaku praktek makelar kasus yang saat ini menjadi sorot nasional akan terungkap. Demikian dinyatakan Andi Asrullah, Coordinator Pemburu Markus Selayar (CPMS).


“Kwitansi tanda terima uang pengurusan perkara ke MA RI ditandatangani di atas materai 6000 dan dengan penerima seorang perempuan berinisial ATP, kami dapatkan setelah melakukan investigasi langsung ke pemillik uang yang bernama Ahmad Faisal,” tutur Asrul.

Dari penuturanya kemudian, lanjut Asrullah, mereka menyimpulkan bahwa praktek markus telah terjadi di Selayar, kendati belum yakin bahwa dana tersebut memang untuk membayar ke MA sebagai biaya pengurusan kasus perdata kasasi yang sementara dijalani oleh Ahmad Faisal pada tahun 2008. “Soalnya, kami belum mendapat balasan konfirmasi resmi dari MA atas surat yang telah kami kirimkan tentang permintaan konfirmasi dan klarifikasi secara resmi,” ungkap Arsul.

Bila hal itu benar dan penerima uang kemudian mengakui bahwa uang yang diterimanya diperuntukkan untuk membayar perkara kasasi ke MA sebagai pelicin memenagkan perkara di MA, sekaligus mampu membuktikan penyerahan dananya, maka praktek mekelar kasus di Selayar ini akan menjadi pemicu bagi rakyat untuk membongkar praktek markus di lembaga tinggi Negara, khususnya MA RI yang selama ini mendapat perhatian serius dari satgas pemberantas mafia hukum. Akan tetapi bila penerima uang dari Ahmad Faisal tidak diperuntukkan seperti yang tertulis dalam kwitansi, maka penerima akan mendapat hukuman pencemaran nama baik Lembaga Tinggi Negara serta pasal-pasal dalam KUHP yang mengatur tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Kami sebagai lembaga independen hanya berharap kepada institusi hukum di Sulawesi-Selatan agar serius menyikapi informasi ini, terkhusus kepada jajaran Mahkamah Agung setidaknya melakukan upaya hukum agar nama jajaran lembaga ini tidak tercemar,” imbuh Asrul.

Selanjutnya, katanya lagi, kami berharap kepada institusi penyidik agar segera melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kwitasi sebagai saksi atas dugaan tidak pidana dan dugaan pencemaran nama lembaga hukum setingkat MA.RI. “Dan bila hal ini didiamkan karena adanya intervensi atau kemungkinan karena ada orang besar di belakang semua ini, maka kami akan memberikan penilaian miring terhadap kinerja penegak hukum,” jelas Asrul lebih lanjut.

CPMS berharap bukan pejabat daerah Selayar yang terlibat, atau ada kaitanya dengan pemilihan calon pemimpin Selayar nanti. Karena kalau ada diantara para calon yang kemudian terlibat, maka otomatis akan sangat mengecewakan pendukungnya karena ternyata calon yang mereka banggakan ternyata adalah penipu. “Bagaimana nanti kalau misalnya menjadi pemimpin Selayar? Semoga tidak seperti itu kejadiannya,” kunci Asrul.(*)

Bila terdapat kekeliruan dalam penulisan silahkan Kontak Redaksi kami Untuk Klarifikasi

ARSIP MEDIA SELAYAR

 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 28 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend@yahoo.co.id-
CP-081 241 927 000-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR