REDAKSI MC-I DAN ADMIN BLOG INI MEMINTA MAAF ATAS TIDAK LANCARNYA UP-DATE INFORMASIPADA BLOG MEDIA SELAYAR INI. KIRIMKAN TERUS INFORMASI, KEJADIAN DAN BENCANA YANG TERJADI DISEKITAR ANDA MELALUI LAYANAN SMS ELSHINTA 081 180 6543 KIRIMKAN UCAPAN SELAMAT HARI JADI SELAYAR KE LAYANAN SMS 081241927000

TOP THIS BLOG

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Nasional Mengucapkan :

KADIS PENDIDIKAN NASIONAL,AJI SUMARNO SSTP.MM DAN NY.RATNAWATI.S . Diberdayakan oleh Blogger.
Lisensi Creative Commons
Media Selayar oleh Redaksi MC-I disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 3.0 Tanpa Adaptasi.
Berdasarkan ciptaan pada http://radiocontrend.blogspot.com.
Izin di luar dari ruang lingkup lisensi ini dapat tersedia pada Google ,Yahoo, Bing. I heart Validator

Latest Post

29 NOPEMBER 2014

Semua Untuk Selayar

Rawan Meledak, Konversi Gas Dihentikan Sementara

Penulis Media Selayar on Selasa, 11 Mei 2010 | Selasa, Mei 11, 2010

Rawan Meledak, Konversi Gas Dihentikan Sementara

PT Pertamina Regional VII Sulampapua menghentikan untuk sementara program konversi minyak tanah ke gas. Tercatat, masih ada sekira sembilan kabupaten di Sulsel yang belum menikmati konversi gas tersebut.
Informasi yang dihimpun Upeks, penghentian sementara dilakukan menyusul seringnya terjadi ledakan tabung gas elpiji, utamanya yang berukuran tiga kilogram yang digunakan dalam konversi minyak tanah ke gas. Informasi lain yang diperoleh, saat ini beredar sekira 700-an tabung gas elpiji palsu.
Asisten Manager Community Development PT Pertamina Region VII, Rosinah Nurdin membenarkan jika Pertamina untuk sementara menghentikan konversi dan distribusi gas elpiji. Namun, dia membantah keras jika penghentian tersebut disebabkan karena terjadinya kasus-kasus peledakan tabung elpiji akhir-akhir ini. Penghentian konversi lebih disebabkan karena material sementara diinspeksi pada tingkat pusat.
"Memang untuk sementara dihentikan karena material lagi diinspeksi di tingkat pusat. Jadi bukan apa-apa," tegasnya kepada Upeks, Minggu (9/5) malam.
Inspeksi material tersebut, katanya, memang sudah perintah dari pusat. Konversi juga belum bisa dilakukan karena material untuk wilayah ini belum seluruhnya datang. Dia belum tahu persis berapa lama inspeksi material itu dilakukan dan kapan konversi kembali akan dilaksanakan di kabupaten-kabupaten yang belum melaksanakan program tersebut.
Terkait terjadinya ledakan tabung gas akhir-akhir ini, Rosinah mengemukakan sejauh ini belum diketahui penyebabnya. Aparat kepolisian sementara melakukan penyelidikan. Mengenai beredarnya tabung palsu di tengah masyarakat, Rosinah mengaku hal itu baru diketahuinya.
"Kami belum tahu ini. Belum ditemukan. Kami selama ini selalu mengawasi agen-agen. Selain itu, seluruh tabung yang digunakan punya tanda SNI. Terima kasih informasinya. Kami akan tindaklanjuti. Jika ada yang ditemukan pasti akan kami tarik," jelasnya.
Menurutnya, Pertamina sangat peduli terhadap masyarakat. Sehingga pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi cara penggunaan gas dan tabung gas dengan baik. Kalaupun ada masalah yang terjadi saat penggunaan tabung elpiji, itu lebih disebabkan karena masyarakat kurang memahami penggunaannya.
Berdasarkan data, periode Januari hingga April 2010, setidaknya ada 15 kasus ledakan tabung gas yang menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi. Padahal, target perampungan konversi minyak tanah ke gas di Sulsel ditargetkan terealisasi paling lambat Juli 2010 mendatang.
Proses konversi gas di Sulsel dimulai pertengahan 2009 lalu. Konversi ini diberlakukan secara bertahap dan hanya meliputi 15 kabupaten. Konversi pada sembilan kabupaten ini merupakan proses terakhir sebelum dinyatakan penggantian minyak tanah ke gas, selesai di Sulsel.
Sembilan kabupaten tersebut diantaranya Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Kabupaten Pemekaran Toraja Utara. Rencananya konversi minyak tanah ke gas di sembilan kabupaten tersebut totalnya akan dibagikan kepada 400 ribu rumah tangga sasaran.

(repro;upeks;senen1052010)

600 Personel Linmas Bantu Polres Selayar


600 Personel Linmas Bantu Polres Selayar

SELAYAR,-- Sebanyak 600 personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) akan membantu petugas kepolisian dalam mengamankan pilkada di Kabupaten Selayar. Penyerahan bantuan tenaga sipil ini dilakukan Bupati Selayar, Syahrir Wahab, Rabu (5/5).
Personel Linmas itu diserahkan di Lapangan Pemuda Benteng Selayar dirangkai dengan pelatihan pengamanan pilkada. Bupati Syahrir Wahab bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Zainuddin, Ketua DPRD Hasanuddin Chaer, Dandim 1415, Kapolres, anggota dan ketua KPU Selayar serta Panwaslu.
Dalam amanatnya, Bupati mengatakan, penyelenggaraan perlindungan masyarakat merupakan urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Karena itu, program ini perlu terus diberdayakan dan ditingkatkan perannya dalam kehidupan sehari-hari.
''Terutama dalam menunjang program pemerintah untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, penaggulangan bencana serta ikut memelihara ketentaraman dan ketertiban umum baik dalam kegiatan sehari-hari. Maupun terlibat dalam pengamanan penyelenggaraan pemilu, baik legislatif, pemilihan presiden dan wapres, maupun pemilihan bupati dan wakil bupati,'' kata Syahrir Wahab.
Ditambahkan, Pertahanan Sipil (Hansip) yang belakangan berubah nama menjadi Linmas, telah mendapat perhatian dan akan terus diberdayakan dalam kewajiban sehari-hari. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila Pemkab Selayar tetap memberikan perhatian besar terhadap pembangunan kelembagaan ini, maupun kemampuannya sebagai komponen bangsa dalam menunjang sukses sebagi program pemerintah.

(repro BKM senen 1052010)

ARSIP BERITA MEDIA SELAYAR

TRANS MEDIA GROUP

Pemuda Adalah Kekuatan

DPD  K N P I
 
Alamat Redaksi Jl.Mkr Bonto No 20 | Benteng Kab-Kep-Selayar -92812- email- radiocontrend@yahoo.co.id-
CP-085 342 70 70 70-Media Selayar--Sulawesi-Selatan--Indonesia
KAMI BANGGA- DAN BERTERIMA KASIH- KEPADA PEMBACA DAN PENDENGAR
STAY TUNE 98,3 FM--SEMUA UNTUK SELAYAR